BEIJING, 22 Oktober 2026 /PRNewswire/ — Ala, seorang pedagang asal Arab, terkesan dengan beragam pilihan produk bermutu dengan harga bersaing di International Sourcing Center, Linyi Trade City. Selama setengah hari, ia meninjau berbagai sampel bahan bangunan, perangkat keras, dan perlengkapan rumah tangga yang ditawarkan di pusat perdagangan tersebut.
Melihat banyaknya gerai yang terhubung langsung dengan pabrik pemasok, Ala semakin yakin dengan potensi pusat perdagangan itu. Ia juga merasa semakin yakin setelah mengetahui bahwa lebih dari 2.000 buyer internasional dijadwalkan menghadiri 4th Linyi Trade City International Sourcing Conference pada 28–30 Oktober.
Pada 28 September, Linyi Trade City, salah satu pusat pasar grosir khusus di Kota Linyi, Provinsi Shandong, Tiongkok timur, meresmikan International Sourcing Center untuk mendorong aktivitas perdagangan luar negeri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, buyer asing tak perlu lagi bolak-balik ke pasar dan pabrik yang lokasinya terpisah. Mereka dapat memenuhi kebutuhan pengadaan barang di Linyi Trade City yang menghimpun 324 perusahaan perdagangan luar negeri dan 698 gerai perusahaan.
Setiap gerai umumnya terhubung dengan lebih dari 10 pabrik pemasok. Jaringan ini menghubungkan produsen lokal sekaligus membentuk rantai pasok berskala besar dengan standar yang seragam untuk melayani pembeli asing.
Dikenal sebagai ibu kota logistik Tiongkok, Kota Linyi memiliki 136 pasar grosir khusus dan 63.700 gerai. Aktivitas perdagangan di kota ini mencakup lebih dari 6 juta jenis komoditas dalam 27 kategori.
Linyi juga menjadi pilihan buyer domestik dan asing berkat biaya logistik yang relatif rendah. Keunggulan ini ditopang jaringan transportasi yang menghubungkan berbagai daerah di Tiongkok, layanan kereta barang Tiongkok–Eropa, serta gudang di luar negeri.
Selain mendukung kelancaran distribusi barang, Linyi mengandalkan digitalisasi dan kebijakan insentif dari program percontohan pengadaan pasar, serta zona percontohan e-commerce lintasnegara untuk menggenjot perdagangan luar negeri.
Saat ini, sebanyak 28.000 klien perusahaan telah terdaftar di platform perdagangan digital Linyi Trade City, "ChinaMarket". Pada Semester I-2026, platform tersebut mencatat nilai ekspor sebesar RMB 18,13 miliar.
Linyi secara rutin menggelar kegiatan promosi ke luar negeri untuk memperluas jangkauan pasarnya. Kota ini juga berupaya menjadi pusat distribusi komoditas berpengaruh di dunia dan mengembangkan "ChinaMarket" sebagai pasar bersama yang terbuka bagi semua pihak.
Tautan Artikel: https://en.imsilkroad.com/p/352615.html
Sumber: prnasia.com
PR Newswire
Penafian: Artikel ini berasal dari pihak ketiga. Segala isi pemberitaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak ketiga.
Reporter: PR Newswire
Penulis: PR Newswire
Editor: PR Newswire












