Yokogawa Luncurkan Industrial Cyber Resilience Center, Perkuat Kesiapan “OT Cyber” di Asia Tenggara

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

– Membangun kesiapan pertahanan siber perusahaan dan mengembangkan kapabilitas melalui pelatihan untuk pemulihan sistem yang cepat dan aman –

SINGAPURA, 15 September 2026 /PRNewswire/ — Yokogawa Engineering Asia meluncurkan Industrial Cyber Resilience Center (ICRC) di kantor Yokogawa di Singapura. Fasilitas ini akan menjadi basis regional untuk melayani klien di Asia Tenggara, Oseania, dan Taiwan. Dengan menyediakan berbagai pelatihan, solusi, dan layanan keamanan siber, ICRC membantu klien mengidentifikasi kesenjangan kapabilitas, memperkuat ketahanan siber, serta meningkatkan kemampuan menghadapi dan memulihkan sistem dari insiden serangan siber secara aman dan efisien.

Ancaman keamanan siber terus berkembang seiring dengan kemajuan kecerdasan artifisial (AI) yang turut meningkatkan kemampuan serangan maupun pertahanan siber. Pelaku ancaman siber semakin memanfaatkan otomatisasi dan AI untuk menemukan kerentanan sistem, mengembangkan teknik penyamaran, serta melancarkan serangan dengan kecepatan dan skala yang lebih besar. Di sisi lain, perpaduan antara lingkungan teknologi informasi (IT) dan teknologi operasional (OT) juga memunculkan tantangan baru. Banyak pelaku industri masih menggunakan sistem lama dan mengandalkan prosedur respons yang berfokus pada IT, padahal pendekatan tersebut belum dirancang untuk memenuhi kebutuhan keamanan, ketersediaan, dan kesinambungan operasional sistem OT.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

ICRC framework to strengthen cyber resilience and maintain reliable operations
ICRC framework to strengthen cyber resilience and maintain reliable operations

ICRC hadir dengan kerangka kerja terstruktur yang membantu berbagai perusahaan memperkuat ketahanan siber melalui kombinasi sumber daya manusia, proses, dan teknologi yang tepat, serta menjaga keandalan operasional.

1. Assess: Mengevaluasi Ketahanan Siber
Tahap ini membantu klien memahami tingkat kematangan, kerentanan, dan kesenjangan kapabilitasnya.

2. Validate and Strengthen: Mengembangkan Kapabilitas dan Tenaga Kerja
ICRC membantu peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan yang dirancang khusus menurut kebutuhan, menyusun prosedur yang selaras dengan regulasi industri, serta memperkuat koordinasi lintasfungsi agar perusahaan dapat mengambil keputusan secara tepat dan efektif ketika menghadapi insiden siber.

3. Prepare and Defend: Simulasi Siber (Cyber Drill) dan Latihan Kesiapan Menghadapi Krisis
Program ini memperkuat ketahanan siber dengan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mendeteksi, merespons, dan memulihkan sistem dari insiden siber, serta menjaga keamanan dan keandalan operasional. Pelaksanaannya memanfaatkan OT Security Simulator, latihan simulasi siber, dan solusi ResilienceScore dari Yokogawa.

"Dengan hadirnya ICRC, Yokogawa semakin mempertegas komitmennya untuk membantu klien menghadapi ancaman keamanan siber yang kian kompleks. Kami tidak hanya memperkuat kapabilitas teknologi, namun juga meningkatkan kesiapan tenaga kerja untuk menghadapi risiko di lingkungan IT dan OT. Melalui ICRC, kami ingin membantu klien memperkuat ketahanan siber agar dapat menjalankan operasional dengan aman sekaligus terus berinovasi dengan percaya diri," kata Chay Kin Wah, President and CEO Yokogawa Engineering Asia.

Meski banyak perusahaan yang telah berinvestasi pada teknologi untuk mencegah serangan siber, namun hanya sebagian yang mampu merespons dan memulihkan sistem dari insiden siber, serta menguji kesiapan tersebut secara berkala. Berbeda dari lingkungan IT, insiden siber pada OT menuntut pengambilan keputusan yang mempertimbangkan keselamatan kerja, kesinambungan produksi, dan integritas aset. Didukung pengalaman luas dalam konvergensi IT/OT, Yokogawa membantu klien menilai kesiapan operasional, memvalidasi rencana respons, serta memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan melalui skenario simulasi siber yang realistis.

"Salah satu tantangan utama bagi banyak perusahaan bukan terletak pada kurangnya teknologi keamanan siber, melainkan kemampuan mengenali situasi abnormal, merespons secara efektif, dan pulih dengan cepat setelah insiden terjadi. ICRC menawarkan kemampuan untuk menguji kesiapan perusahaan dengan melibatkan sumber daya manusia, proses, dan kontrol keamanan dalam kondisi siber-fisik yang realistis. Ketahanan siber juga tidak hanya bergantung pada satu organisasi. Karena itu, ICRC turut membantu memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, rantai pasok, dan jaringan operasional yang saling terhubung," kata Charles Lim, Head, Digital Security Solution, Yokogawa Engineering Asia.

Tentang Yokogawa

Yokogawa menyediakan solusi mutakhir di bidang pengukuran, pengendalian, dan informasi bagi perusahaan di berbagai industri, termasuk energi, bahan kimia, material, farmasi, dan makanan. Dengan memanfaatkan teknologi digital secara efektif, Yokogawa membantu pelanggan mengoptimalkan produksi, aset, dan rantai pasok, serta transisi menuju operasi otonom (Autonomous Operation).

Didirikan di Tokyo pada 1915, Yokogawa terus berupaya mendukung terwujudnya masyarakat berkelanjutan melalui lebih dari 18.000 karyawan yang tersebar dalam jaringan global 136 perusahaan di 63 negara.

Informasi selengkapnya: http://www.yokogawa.com/sg.

Nama perusahaan, organisasi, produk, layanan, dan logo yang tercantum dalam materi informasi ini merupakan merek dagang terdaftar atau merek dagang milik Yokogawa Electric Corporation atau masing-masing pemegang haknya.

Berita Terkait

Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI
Program MBA SMU Raih Peringkat Ketiga di Asia dalam QS Global MBA Rankings 2027
INVT Hadirkan Solusi Kelistrikan dan Liquid Cooling untuk Modernisasi Pusat Data di Ajang Data Centre World Asia 2026
Zhou Jianjun dari Huawei: Membangun Solusi AIDC Grid-Interactive untuk Memaksimalkan Token per Watt
Microvast Power Hadirkan Solusi Baterai untuk Peralatan Konstruksi dan Pertambangan di Bauma CONEXPO INDIA 2026
Finalis Stevie® Awards for Women in Business ke-23 Diumumkan
Studi Baru yang Ditinjau Sejawat Konfirmasi Teknologi Inovatif yang Mampu Mendobrak Batas Waktu Empat Jam untuk ESR
Laporan Terbaru Huawei Paparkan 10 Arah Utama Menuju “Intelligent World 2035”

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 01:25 WIB

Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI

Jumat, 18 September 2026 - 01:00 WIB

Program MBA SMU Raih Peringkat Ketiga di Asia dalam QS Global MBA Rankings 2027

Jumat, 18 September 2026 - 00:41 WIB

INVT Hadirkan Solusi Kelistrikan dan Liquid Cooling untuk Modernisasi Pusat Data di Ajang Data Centre World Asia 2026

Jumat, 18 September 2026 - 00:30 WIB

Zhou Jianjun dari Huawei: Membangun Solusi AIDC Grid-Interactive untuk Memaksimalkan Token per Watt

Jumat, 18 September 2026 - 00:09 WIB

Microvast Power Hadirkan Solusi Baterai untuk Peralatan Konstruksi dan Pertambangan di Bauma CONEXPO INDIA 2026

Berita Terbaru

Pers Rilis

Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI

Jumat, 18 Sep 2026 - 01:25 WIB