Siap Investasì Senilai Lebih dari 2,5 Triliun di Ibu Kota Nusantara, Berikut Ini Daftar 5 Perusaahaan Asing

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 25 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani. (Instagram.com @rosanroeslani)

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani. (Instagram.com @rosanroeslani)

NUSRARAYA.COM  – Terdapat tambahan lima perusahaan asing yang berinvestasi di IKN dengan total dana 165 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp2,51 triliun (kurs hari ini = Rp15.190).

Salah satunya, perusahaan asal Singapura, Sembcorp Utilities PTe Ltd, yang berinvestasi sebesar 65 juta dolar AS (Rp987,35 miliar) untuk membangun panel surya bertenaga 50 megawatt (MW).

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan hal itu di Jakarta, Selasa (24/9/2024).

“Kalau Sembcorp kurang lebih 65 juta dolar AS. Kalau yang lain-lain combining itu sekitar 100 juta dolar AS.”

“(Jadi) 100 juta dolar AS ditambah 65 juta dolar AS, ya (total) 165 juta dolar AS,” kata Rosan Roeslani

Tidak hanya di bidang energi, ia menyatakan bahwa perusahaan yang bergerak di sektor pendidikan asal Singapura, Raffles Education Limited, juga berminat menanamkan modalnya di IKN.

Sebuah institusi asal Australia juga tertarik untuk berinvestasi di sektor pendidikan.

Sementara itu, satu perusahaan asal Rusia akan membangun mixed-use building.

Dan satu perusahaan lainnya asal China akan membangun pusat perbelanjaan (mall).

Rosan menuturkan bahwa masuknya investasi asing ke IKN tersebut menunjukkan bahwa investor swasta maupun BUMN dapat bekerja sama dan tidak perlu saling bersaing.

Dengan besarnya potensi pengembangan ekonomi di Indonesia, ia menilai bahwa hal tersebut membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Sehingga memerlukan peran BUMN dan swasta untuk merealisasikannya.

“Asal diatur gimana, secara policy, regulasi kebijakannya, sehingga complementary.”

“Karena apa? Perkembangan ekonomi kita gede kok. Jadi, don’t worry about that (jangan khawatir),” ujarnya pula.

Rosan mengatakan bahwa kini sebagian besar investor menginginkan untuk berinvestasi pada pengembangan energi bersih.

Namun, proyek pengembangan di Indonesia masih jarang yang menggunakan energi bersih dalam seluruh prosesnya (end-to-end).

Pemerintah pun kini tengah berupaya untuk mendorong lebih banyak pembangunan berbasis energi bersih untuk menarik investasi hijau.

“Jadi, itu yang kita ingin dorong dan juga bagaimana kita memikirkan investasi yang masuk ke Indonesia ini bisa carbon neutral,” katanya.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infokumkm.com dan Harianinvestor.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Aktuil.com dan Adilmakmur.co.id

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia /PSPI): 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Press Release Berbayar: Solusi Publikasi Media bagi Perusahaan di Era Kompetitif
Trump Umumkan Indonesia Beli Energi & 50 Boeing, Tarif Ekspor Turun
Mafia Pupuk Menggembosi Sawah: Rp3,2 Triliun Melayang
Waktu Terbaik Memperluas Portofolio Saat Pasar Mengalami Koreksi
Pabrik Coca Cola di Bali Tutup, Penjualan Terjun Bebas
CSA Index Juni 2025 Bukti Kepercayaan Pasar Menguat Meski Risiko Global Masih Ada
Diplomasi Ekonomi Indonesia – Australia, Evaluasi 5 Tahunan CEPA dan Isu Mineral Kritis

Berita Terkait

Rabu, 1 Oktober 2025 - 18:00 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Senin, 18 Agustus 2025 - 06:14 WIB

Press Release Berbayar: Solusi Publikasi Media bagi Perusahaan di Era Kompetitif

Rabu, 16 Juli 2025 - 14:20 WIB

Trump Umumkan Indonesia Beli Energi & 50 Boeing, Tarif Ekspor Turun

Minggu, 13 Juli 2025 - 11:02 WIB

Mafia Pupuk Menggembosi Sawah: Rp3,2 Triliun Melayang

Senin, 7 Juli 2025 - 20:34 WIB

Waktu Terbaik Memperluas Portofolio Saat Pasar Mengalami Koreksi

Berita Terbaru