NUSRARAYA.COM – Hujan deras yang melanda Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur pada Selasa (5/7/2024).
Akibatnya debit air sungai di Desa Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat terus meningkat.
Arus yang deras tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia akibat terseret arus.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Letusan Gunung Lewotobi Picu Hujan Abu dan Status Awas di Flores
Sebanyak 4 Warga Meninggal Dunia Jadi Korban Akibat Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Ende, NTT
Sebanyak 338 KK Terdampak Banjir Pesawaran, Lampung Akìɓàt Meluapnya Sungai Way Padang Ratu

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga yang meninggal dunia terjadi pada saat hujan deras korban melewati sungai untuk membawa hewan ternak sapinya pulang.
Dan tiba-tiba terpeleset lalu korban terbawa arus sungai pada hari Selasa, 05 Maret 2024, Pkl. 17:00 WITA
Demikian, berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menyebutkan kronologi kejadian tersebut
Baca Juga:
Sebanyak 6 Tanggul Sungai Wulan Jebol, Akibatkan 11 Kecamatan di Kabupaten Demak Terendam Banjir
Sebanyak 19 Orang Meninggal Dunia dan 7 Orang Hilang, Banjir dan Longsor di Provinsi Sumatera Barat
Rusak 4 Rumah dan Satu Gedung Sekolah, Pergerakan Tanah hingga 2 Meter di Kabupaten Bandung Barat
Baca artikel lainnya di sini : KPK Geledah Rumah Pengusaha Hanan Supangkat Terkait Dugaan Korupsi Mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Belu, Basarnas, TNI, Polri serta relawan melakukan upaya pencarian dan evakuasi terhadap warga yg terseret arus tersebut.
Sehingga pada akhirnya proses pencarian itu membuahkan hasil dan korban dapat ditemukan pada hari Kamis 7 Maret 2024 pukul 10.54 WITA.
Lihat juga konten video, di sini : Pemerintah akan Merelokasi Rumah Warga, Fenomena Pergerakan Tanah di Kabupaten Bandung Barat
Baca Juga:
Cuaca Hari Ini: Hujan dengan Intensitas Ringan Diprakirakan Terjadi di Denpasar, Mataram, dan Kupang
Menurut laporan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa wilayah Prov. Nusa Tenggara Timur berpotensi hujan lebat dengan status waspada.
Peringatan dini berlaku 05 Maret 2024 Pukul 07:00 WIB s/d 07 Maret 2024 Pukul 07:00 WIB,
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati hati.
Terhadap adanya potensi hujan lebat dan selalu mengikuti arahan serta imbauan dari Pemerintah Daerah setempat dan Dinas terkait lainnya.***
Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Hallopapua.com dan Fokussiber.com











